Bos PSG Mauricio Pochettino Semua Bisa Terjadi Dalam Perburuan Gelar Ligue 1

Bos PSG Mauricio Pochettino Semua Bisa Terjadi Dalam Perburuan Gelar Ligue 1

Bos PSG Mauricio Pochettino Semua Bisa Terjadi Dalam Perburuan Gelar Ligue 1 – Manager asal Argentina itu percaya teamnya sedikit lebih baik karena eksper raih banyak gelar liga. Mauricio Pochettino tekan Lille selesai Paris Saint-Germain pastikan persaingan perebutan titel juara Ligue 1 akan berjalan sampai pertandingan paling akhir, berbicara jika “semua dapat terjadi.”

PSG memotong jarak dengan pimpinan klassemen Lille jadi satu point saja sesudah cukur Reims 4-0 di Parc des Princes Senin (17/5) WIB, dengan Neymar, Chelsea kerap disebutkan untung dapat menuai kemenangan Kylian Mbappe, Marquinhos, dan Moise Kean mencatatkan namanya di papan score.

Lille terganjal sesudah ditahan seimbang Saint-Etienne 0-0 pada hari yang serupa, dan Pochettino mengharap mereka akan tergelincir kembali di pertandingan terakhir menantang Angers sementara anak asuhannya akan dijamu Brest.

Bos PSG Mauricio Pochettino Semua Bisa Terjadi Dalam Perburuan Gelar Ligue 1

Bos PSG Mauricio Pochettino Semua Bisa Terjadi Dalam Perburuan Gelar Ligue 1

PSG berpeluang memenangi piala ke-2 di bawah Pochettino saat mereka dilawan Monaco di final Piala Prancis tengah minggu ini saat sebelum tutup gorden Ligue 1 melawan Brest 23 Mei kelak.

“Dalam sepakbola, http://18.136.243.159/  yakin ialah hal paling penting. Semua dapat terjadi,” tutur pria 49 tahun itu di pertemuan jurnalis pasca-pertandingan.

“Kami harus menuntaskan pekerjaan di Brest dan mengharap Lille tidak meraih kemenangan di Angers.”

“Pertama kali, kami harus konsentrasi di final melawan Monaco, Indobookies lalu kami akan mengharap Angers dapat mengambil point dari Lille.”

Ditanyakan apa pengalaman PSG memenangi banyak gelar Ligue 1 memberikan mereka keuntungan, Pochettino menambah: “Terang jika team yang punyai pemain yang eksper akan mengawali [laga penting] dengan sedikit keunggulan, seperti kami, tetapi Lille mempunyai pemain eksper.”

Baca Juga:  Real Madrid Bisa Rintangan Untuk Datangkan Fabian Ruiz

“Menurut irit saya, ini lebih bergantung ke keadaan dan performa pemain, bukannya penekanan psikis.”

PSG unggul dari Reims lewat penalti menit ke-13 dari Neymar, Situs Judi Slot Online Terpercaya dengan Yunis Abdelhamid ditendang keluar lapangan karena handball dalam kotak penalti, dan melipatgandakan keunggulan mereka sembilan menit kemudia saat Mbappe manfaatkan kekeliruan Reims.

Marquinhos membuat tuan-rumah makin tidak tersusul dengan menanduk tendangan sudut di tengah set ke-2 , dan disudahi pemain cadangan Kean yang cetak gol ke-4 mendekati pertandingan usai.

Bos Reims David Guion tidak menyalahkan keputusan wasit Clement Turpin menghadiahi PSG penalti, tetapi berasa kartu merah Abdelhamid sebuah kekeliruan karena shooting awalnya Mbappe tidak pas target saat sebelum berkenaan tangan beknya.

Artikel diteruskan berikut ini “Sebelas musuh sebelas menantang Paris saja telah sulit,” tutur Guion saat laga. “Sesudah keputusan yang sulit dimengerti dari Tuan Turpin, visi ini menjadi tidak mungkin.”

“Tidak adil, keputusan ini tidak sesuai dengan semangat sepakbola. Memang penalti, saya tidak menyanggah, tetapi justru ditambahkan kartu merah, walau sebenarnya tendangannya bahkan juga tidak pas target…”

“Sesudahnya, terang jika pertandingan ini usai untuk kami. Saat turun minum, kami harus menentramkan pemain yang grogi. Saya memberitahu si presiden masalah ini (menampik keputusan), keputusan itu harus dilihat ulangi.”